Senin, 04 November 2013

Apakah Arti Sakit Hati Bagi Anda?


Sakit hati? Ya, kata – kata itu terdengar sangat berlebihan dan membuat anda mendengar bahwa ada orang yang sedang sakit hati terlihat sangat lemah mentalnya. Tapi, bagi sebagian orang sakit hati itu memang benaradanya dan tak di buat – buat.
Apakah yang menurut anda dapat membuat sakit hati? Tentubanyak sekali. Mulai dari persoalan cinta, dikhianati teman, di maki – maki oleh atasan anda, hingga sampai dimarahi oleh orang tua sendiri.

Bagi saya, sakit hati yang paling utama, yang membuat saya merasa menjadi sampah di dunia ini dan bahkan ingin segera mengakhiri hidup adalah: ketika pengorbanan/niat baik/hal berguna yang saya perbuat tidakdihargai sedikit pun oleh orang lain.
Lantas, bagaimana menyembuhkan sakit hati? Tentu banyak pula caranya, mulai dari memanjatkan doa – doa ketenangan hati kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, mengalihkan perhatian dengan hiburan – hiburan yang disukai, hingga yang membuat sakit hati orang itu sendiri meminta maaf dengan penuh kesungguhan.

Saya lebih suka cara yang paling terakhir. Bukan bermaksud mendahului Tuhan, namun Tuhan sendiri yang mengatakan bahwa Ia tidak akan memaafkan manusia ketika manusia itu membuat suatu perbuatan tercela kepada orang lain. Sebegitu mungkar nya Tuhan kepada manusia padahal Ia adalah Sosok Yang Maha Pemaaf.

Lalu, bagaimana caranya untuk meminta maaf? Satu prinsip yang selalu saya pegang tentang meminta maaf, yaitu bersungguh – sungguh. Lucu rasanya bagi saya ketika ada orang yang harus diajari bagaimana cara meminta maaf, karena jika kita bersungguh – sungguh maka kita pula lah yang akan menemukan cara terbaik untuk meminta maaf. Soalnya yang kita sakiti itu bukankah orang yang dekat dengan kita dan kita tahu cara agar ia bahagia? Biasanya seperti itu, karena tidak mungkin anda bertemu orang yang baru anda kenal lalu langsung anda buat sakit hati, paling anda hanya dianggap gila.

Sedikit pengalaman yang akan saya ceritakan. Ketika saya duduk di bangku kelas 2 SMP, saling mengatai teman dengan nama orang tua masing– masing adalah hal yang sebetulnya lazim dan saya bertaruh bahwa anda punpernah mengalami masa – masa saling mengatai nama orang tua teman yangmenyenangkan.

Waktu itu, teman saya dalam kondisi yang sedang buruk, dia sedang bertengkar dengan orang tua nya, alih – alih mencari kesenangan disekolah. Saya membuat suatu kesalahan tak disengaja (biarpun saya mengakui bahwa saya sangat salah dalam hal ini) yaitu: ‘’Akh dasar lu anaknya Pak ****’’. Seketika teman saya diam, saya ajak bicara tidak menyaut, saya dorong pun tidak bergeming, sebegitu marahnya ia sampai menganggap saya tidak ada.

Saya sadar, saya melakukan kesalahan fatal, dengan kesungguhan hati setiap pulang sekolah saya berjalan bersama dia dan selalu saya ajak mengobrol sekalipun dia tidak mengindahkan saya sama sekali, setiap hari libur saya selalu bermain kerumahnya, orang tua nya sangat baik kepada saya dengan mempersilahkan masuk sampai ke kamarnya, tapi ia tetap takmenganggap saya ada. Untungnya orang tua teman saya tidak tahu bahwa teman sayas edang marah kepada saya.
Hari demi hari, saya rutin melakukan itu terus. Intinya saya sangat bersungguh – sungguh sekali untuk mendapatkan kata maaf dari teman sayaini karena saya ingin melanjutkan hubungan pertemanan saya sampai saya mati.

Sekitar 4 bulan berlalu, kala itu Idul Fitri telah usai,ketika Idul Fitri saya kerumahnya untuk salam – salaman dan meminta maaf. Kala itu ia tak menggubris saya.

Lalu ketika SMP memulai kegiatannya kembali dengan halal bihalal oleh seluruh guru dan murid. Saya tak terlalu memikirkan jabat tangan teman – teman saya yang lain, saya hanya memikirkan kapan teman saya lewat didepan saya dan menjabat tangan saya sebagai awal yang baik.

Dengan sedikit perasaan ragu, ketika ia lewat di depan saya,saya bersungguh sungguh ingin meminta maaf nya. Dan, untuk pertama kali sejak insiden bodoh yang saya buat, ia menjabat tangan saya lagi, namun tanpa tersenyum. Perasaan senang sampai bersyukur ada dalam hati saya, jabat tangan ini lebih dari segalanya.

Ketika pulang, saya ajak bicara teman saya ini. Akhirnya, ia mulai mau membuka mulut setelah sekitar 4 bulan tidak pernah berbicara kepada saya. Saya mulai akrab lagi dengannya, hubungan pertemanan saya berangsur – angsur membaik.

Dan ketika kelulusan, saya menangis di depan teman saya, saya sedih karena akan ditinggalnya untuk melanjutkan pendidikan SMA di Kota Kembang. Sampai saat ini , saya masih melakukan kontak dengannya. Ya, tidak rutin, namun berarti.

Saya sangat paham, setiap orang di dunia ini pasti ingin memaafkan. Akan tetapi, jika yang membuat kita sakit hati meminta maaf hanya sebagai kewajiban saja, itu tentu akan membuat lebih sakit lagi. Meminta maaf via pesan teks ataupun via sosial media bukanlah minta maaf, itu hanya lebihcondong kepada sebuah syarat.

Di akhir tulisan ini, saya ingin mengatakan bahwa hargai setiap perlakuan baik orang lain terhadap anda, karena perlakuan baik Tuhan kepada anda ketika anda menghargainya dengan bersyukur, niscaya Tuhan akan lebih baik lagi kepada anda, begitu pun manusia. Dan di kala Idul Fitri setiap manusia pasti saling memaafkan dan memberikan maaf. Namun, apakah anda ingin menunggu Idul Fitri tiba baru meminta maaf selanjutnya? Jawaban ada di pikiran dan hati anda sendiri, jika anda punya hati.

0 komentar:

Posting Komentar