Di
suatu siang yang terik, kala itu ketika bel istirahat berbunyi, salah satu
temanku yang membawa laptop langsung dikerubungi oleh teman laki-laki nya, ku
hitung ada sekitar sepuluh orang lebih berkumpul bersama termasuk ada murid
dari kelas lain. Pikirku “ngapain yah itu
anak – anak pada ngumpul, wah jangan – jangan.....?” sontak terbayang hal –
hal negatif dalam pikiranku. Namun terdengar bunyi “Lebih cepat dari hari di
kalender. Aku pun menyingsingkan lengan baju” yang disambut oleh orang
– orang yang menontonnya dengan teriakan “Shania!
Choo Zetsu Kawaii! Melody!”.
Karena
penasaran, akhirnya aku datangi mereka sembari bertanya “Pada nonton apa sih?”, lalu temanku yang membawa laptop itu
menjawab “Oh, ini JKT48, video Ponytail
To Shushu waktu di Mega Konser, keren deh nonton aja”, “terus itu pada ngapain
tadi teriak – teriakin nama cewe” sautku, “itu tadi namanya nge-chant, biasa buat support member, abisnya kita
ngeliat video aja geregetan sih, gimana kalo nonton theater yah? Hahahaha”
Balasnya sambil tertawa yang di iringi sautan tertawa oleh teman – teman yang
ikut menonton.
Dari
penjelasannya tadi, ada yang masih mengganjal di hatiku, langsung saja
kutanyakan “Eh iya, theater apa yah?
JKT48 punya theater?”, “Iya, di lantai 4 Fx Senayan, hampir tiap hari mereka
theater, ada Team J sama Trainee, yang Team J sekarang bawain setlist Renai
Kinshi Jourei, yang Trainee sekarang bawain setlist Boku No Taiyou, nanti
dirumah browsing aja deh kalo mau tau lebih banyak. Cuman gitu sih, caranya
untuk dapet tiket nonton theaternya agak kompleks, ya maklum lah fans nya
banyak hehehe” jawabnya yang sangat bersemangat karena ia tahu akan ada
calon fans baru. “Oh gitu, yaudah oke
deh, tertarik nih hehehe”. Balasku menyudahi perbincangan.
Waktu
terasa cepat berjalan, tak sangka bel pulang sekolah sudah berbunyi dan aku
segera pulang dengan cepat. Oh iya, aku sampai lupa memperkenalkan diriku.
Namaku Danu, seorang siswa di salah satu SMA di Jakarta, sedangkan temanku yang
membawa laptop tadi namanya Aldy, aku tidak terlalu akrab dengannya, namun
karena JKT48 ini aku akan mulai mencoba akrab dengannya, begitu pun dengannya
yang mungkin akan akrab denganku karena dia terkenal di sangat welcome di
sekolah kepada orang – orang yang mulai tertarik dengan JKT48.
Karena
sudah sampai rumah, langsung ku bersihkan badanku, ganti baju, serta makan
siang sambil menyalakan komputer. Nah, disinilah awal penelusuran ku dengan
JKT48, dari sini pula kutetapkan oshi-ku yaitu Shania! Karena semakin lama
dilihat anak ini semakin manis, lucu sekali, setiap ku melihat gambarnya,
selalu ada motivasi dari diriku untuk melakukan hal – hal yang lebih baik lagi.
Yap, gadis yang sekarang berusia 15 tahun ini kutetapkan sebagai oshi-ku.
Sekali
lagi waktu terasa begitu cepatnya, sudah 8 jam aku menelusuri tentang JKT48 di
Internet. Pukul 22.00 ayah dan ibuku pulang dari kerjanya, langsung saja ku
sambut “selamat malam!” sambil kucium
tangan mereka, ketika ibu ingin menuju kamar mandi dan tak sengaja melihat
monitor, ia pun berkata “kaya kenal itu,
yang pake kuncir sama ada pemanis di dagu nya”. “Siapa mah? Perasaan kali hahaha”. “Iya kali ya perasan, hahaha. Oh
iya, tadi mama di telepon saudara mu dari Jawa, katanya mbak Alice mau nikah
tapi tanggal belum tau kapan, kita mesti siaga sih juga nih, mamah sama ayah
juga udah siap ambil cuti sewaktu – waktu tanggalnya udah pasti” balas
ibuku. “Iya mah, Danu ngikut aja”
balasku mengakhiri pembicaraan.
Aku
baru ingat bahwa terakhir kali aku pulang ke daerah asal orang tuaku serta
tempat berkumpul keluarga besarku adalah 10 tahun lalu. “Masih inget ga yah sama wajah mereka – mereka, hehehe pasti udah pada
gede – gede banget” diriku bicara sendiri di atas kasur yang kemudian terlelap.
Pagi
telah datang, saatnya untuk sekolah. Diriku yang biasanya malas memberangkatkan
kaki untuk menuntut ilmu namun hari ini sangat bersemangat karena kata – kata
motivasi yang Shania berikan di setiap akun jejaring sosialnya, dan juga untuk
melakukan banyak perbincangan kepada teman – teman fans JKT48 khususnya Aldy,
diriku menahan diri hingga pulang sekolah supaya perbincangan menjadi lebih
lama dan lebih efektif.
Bel
pulang sekolah telah berbunyi, langsung kami semua para fans – fans JKT48 yang
baru ini berkumpul, mereka memulai dengan pembicaraan video – video yang telah
mereka lihat, tentang oshi mereka masing – masing, serta tak lupa video – video
lucu yang oshi mereka buat dan diunggah di media internet. Aku pun menikmati
saja apa yang teman – teman ku ini bicarakan, namun ada yang hal yang mungkin
penting bagi diriku untuk dibicarakan “Eh
kalian ada yang pernah ke theater? Kita ke theater bareng yuk!”, sontak
wajah mereka langsung murung “Kita belum
pernah ada yang ke theater” jawab Aldy, “Iya,
lagian kalo mau nonton di theater agak ribet juga sih prosedurnya, ya kita
maklumlah fans nya banyak banget Nu” tambah Rian, “Bener Nu, lagipula harga tiketnya juga bisa rata – rata seminggu
jajan kita, kamu mau ga jajan?” Tanya Rikky. Diriku perlahan berpikir untuk
memurungkan niat menonton theater. Namun, semangat untuk melihat Shania dari
dekat tetap mendorongku untuk tetap menonton “Yaudah, kita berusaha keras aja, kan kita tau kalo usaha keras itu ga
akan mengkhianati kan? Hehehehe”, “Bisa aja si Danu, kaya lirik Shonichi gitu
yah? Hahaha” jawab Aldy, “Wah iya
dong, yaudah siapa mau nonton theater? Kita bisa nabung sebelumnya, atau kita
jual beberapa barang yang sudah tidak kita pakai lagi, gimana?”, “Wah, engga deh, kita udah mau deket Ujian
nih, takut nanti ga ada uang kalau ada keperluan dadakan” timpal Rikky,
yang lain pun setuju dengan Rikky dan mengatakan tidak bisa, namun Aldy berkata
lain “Hmmm, aku sih ada tabungan, cukup
lah buat tiket theater dan transport, soalnya kan kita harus mikirin transport
juga, jangan sampe kita abis nonton theater kejebak ga bisa pulang, hehehehe”.
“Wah bener, yaudah aku juga ada tabungan tapi ga tau cukup apa engga, kalau
engga cukup nanti aku jual beberapa barang deh, nanti kita makannya dirumah
yah” Balasku dengan semangat karena akhirnya ada juga teman yang bisa
nonton theater bersamaku.
Setelah
pulang dari sekolah, langsung kulihat tabunganku, ternyata masih kurang
setengahnya jika termasuk transport, aku pun bingung dan ku tengok ke kanan dan
ke kiri, barangkali ada barang yang sudah tidak terpakai yang bisa dijual.
Setelah hampir frustasi, aku ingat bahwa di dalam laci adalah satu buah
Handphone keluaran 5 tahun lalu, langsunglah kubawa Handphone itu ke gerai
terdekat, penjaga gerai menawarnya dengan harga yang sangat turun dari harga
awal. Namun, tanpa berpikir lebih lama lagi aku langsung menyetujui transaksi
ini karena uang dari hasil penjualan Handphone tersebut sudah cukup untuk
membeli tiket theater serta transport pulang pergi.
Oke,
saatnya untuk melakukan pemesanan tiket theater. Aku sebenernya berharap banget
aku dan temanku menang undian tiket, tapi aku sadar hal itu kecil
kemungkinannya terjadi, karena aku saja belum tentu dapat tiket, begitu pun
dengan teman ku. Maka dari itu, aku tidak terlalu berharap kegirangan karena
takut kecewa. Yap, setelah melihat jadwal ternyata hari Sabtu ada theater dan
bisa untuk dipesan, ditambah lagi Shania dan juga Ayana (Oshi-nya Aldy) perform
pada hari itu, langsung saja ku sms Aldy “Dy,
gimana duit cukup ga? Hari Sabtu bagus nih kayaknya”, “Iya duit cukup tenang
aja, iya nih ada Ayana, ada Shanju juga lagi, udah tancap klik pesan hahaha”
Aldy membalas sms ku dengan semangat.
Tiga
hari berlalu, terhitung mulai dari hari Selasa semenjak kami berdua memesan
tiket theater, kami selalu harap – harap cemas apakah kami menang atau tidak.
Jumat pagi telah tiba, sebelum berangkat ke sekolah aku mengecek e-mail ku
untuk melihat apakah aku menang atau tidak. Ketika aku membuka email, ada
sebuah pesan bertuliskan “[Teater JKT48] E-mail Pengumuman Pemenang”.
Langsung saja ku buka isinya yang bertuliskan “Selamat! Anda telah memenangkan
tiket untuk pertunjukan teater JKT48”. Wah, betapa gembira nya diriku,
langsung saja ku sms Aldy, berharap dia juga dapat tiketnya “Dy, gimana dapet ga? Aku dapet nih hehehe”,
“Wah dapet juga dong, fix kita nonton bareng hahaha” balas Aldy dengan
senangnya. Dari berangkat sekolah hingga pulang kami berdua selalu merasa
bahagia, begitu pun ketika di sekolah, kami berdua selalu membicarakan tentang
JKT48.

Hari Jumat, kami pulang lebih cepat, Pukul 13.00 aku sudah sampai kerumah. Yang aku heran, ayah dan ibuku juga sudah sampai di rumah, mereka menyambutku dan ibuku mengatakan sesuatu “Danu, mamah besok telepon wali kelas kamu, ternyata saudara kita akad nikah besok dan perayaannya diadakan hari Minggu, kita sore ini sudah harus pulang ke Solo, Mamah sama Ayah juga udah ngambil cuti kok tadi di kantor, ayo Nu kita beres – beres pakaian”. Seketika harapanku langsung runtuh, pikiran ku yang tadinya akan bersenang – senang langsung menghilang, namun aku tak ingin di cap durhaka oleh orang tua “Yaudah mah, Danu beres – beres deh, sejam selesai langsung jalan” balas ku dengan kurang semangat.
Aku
sms Aldy “Dy, mohon maaf banget nih,
besok kayaknya ga bisa theater, mendadak ada kabar dari saudara kalau besok dia
nikah, maaf banget yah Dy ga bisa nemenin”. “Oh yaudah, aku ngerti kok situasi,
emang jadi serba salah mau gimana juga, besok aku theater-an sendiri sih
kayaknya, yaudah hati – hati yah dijalan” Aldy membalas sms.
Jumat
sore aku mulai berjalan menuju kampung halamanku. Disepanjang perjalanan aku
hanya berdiam diri menatap keluar jendela mobil dan berpikir mengapa waktu nya
bisa bersamaan seperti ini, disaat singgah ke warung makan untuk mengisi perut
pun aku tidak nafsu melahap makanan, ibu ku sampai bertanya “Kamu kenapa sih Nu? Kok lemes gitu?”, “Iya
nih mah, aku harusnya besok nonton theater JKT48, tapi waktu nya bentrok sama
jadwal nikah yang mendadak ini, yaudah deh” balas ku dengan lesu, Ayah ku
pun ikut berbicara “Hahahaha, nak inget
utamain dulu keluarga, theater-an itu kan bisa lain hari, inget loh dekat
dengan keluarga kamu berkah nak”, “Iya yah” jawabku menandakan menurut.
Saat
di jalan jam menunjukkan pukul 23.00 . Perasaan bosan ku membuat ku tergerak
untuk membuka twitter. Hanya bermaksud sekedar mengecek timeline, ada tweet
dari Shania yang membuat ku cukup kaget “@ShaniaJKT48: Malem semua, mohon maaf
karena suatu kepentingan aku ga bisa theater besok, maaf banget. Lain kali yah
kita ketemu.”. Hmmm, ternyata pada hari dimana aku ingin menonton
theater Shania berhalangan hadir, tiba – tiba sms dari Aldy masuk ke kotak
pesan ku “Nu, Shanju ga bisa theater tuh
kenapa yah kira – kira? Wah nge pas banget yah hehehe”, “Ga tau deh kenapa
hehehe, tapi tetep aja sedih soalnya kapan lagi bisa menang tiket yah, bisa
Shanju ga ada kan masih ada member lain yang kawaii, pokoknya masih agak
nyesel” balasku.
Hari
Sabtu tepatnya pukul 05:00 aku sampai di Solo, keadaanku yang masih mengantuk
memaksaku untuk mengangkat tasku dari langsung masuk ke kamar yang telah
disediakan untuk keluarga kecilku tidur. Ketika berjalan menuju kamar tersebut,
kulihat sosok seorang gadis muda, yang sangat familiar dimata ku, namun karena
rasa kantuk yang sangat kuat membuatku menghiraukan pandangan itu dan langsung
tertidur pulas di kamar yang telah disediakan.
Ku
bangun pada siang hari tepatnya pada pukul 13.00, suara – suara berisik dari
luar tanda para saudara dan orang – orang terdekat sedang mempersiapkan akad
nikah yang akan dilaksanakan malam harinya. Kubersihkan tubuhku dulu lalu
kupakai baju dan aku keluar dari kamar. “Eh
anak mamah udah bangun, ayo sini makan dulu, mumpung banyak makanan nih hehehe”
sambut Ibuku dengan penuh senyum. Berhubung lapar langsung saja kuambil
sepiring nasi yang didalamnya sudah banyak sekali lauk, aku duduk di salah satu
dari banyak bangku yang telah dipersiapkan untuk akad nikah.
Ketika
sedang asyiknya menyantap makanan, ada seorang ibu yang datang bersama seorang
gadis muda menghampiriku dan ibuku. Ibu itu lalu bicara “Ibu Dian, ini si Danu yah? Udah gede yah kenalin ke anakku nih bu, dia
mau naik ke SMA”. “Wah anak Ibu udah gede juga, Danu ini nih kenalin anaknya
Ibu Junia” balas Ibuku yang juga memanggilku. Ku buka tanganku untuk
berjabat sambil berkata “Halo, Danu”,
“Halo, Shania” balasnya, “Oh iya
iya”. 2 detik kemudian aku baru sadar bahwa itu benar – benar Shania,
karena kaget tak sadar aku menelan makanan tanpa mengunyah nya “Ibu! Ini beneran Shania bu! Saudara kita
darimana bu?” seraya kencang tanyaku kepada Ibuku dan Ibu nya Shania, “Iya nak, ini tuh Shania Sepupu kamu tapi
sepupu jauh sih, Adiknya Ayah Om Ferry punya Istri dan Istri nya itu punya
kakak yaitu Ibu nya Shania nak” balas Ibuku dengan senyum, “Iya Danu, makanya Mamah mu sama Ibu pulang
ke Jawa supaya kita bisa saling kontak, kita soalnya lupa rumah kamu dimana”
timpal Ibu nya Shania yang senyum nya manis seperti anaknya. Perasaan senang, kaget,
campur aduk di hati dan pikiranku. Aku sambil terus memandangi ia dan berkata
dalam hati “Makasih Ayah, ternyata
perkataan Ayah memang benar, dekat dengan saudara itu membawa berkah”.
Tak
kusangka oshi yang selama ini aku kagumi ternyata berdiri dihadapanku sebagai
seorang saudara. Mulai saat ini dukungan penuh ku akan terus mengalir kepadanya :)




0 komentar:
Posting Komentar