Rabu, 22 Mei 2013

[FanFiction] Oshiku, Ternyata....


Di suatu siang yang terik, kala itu ketika bel istirahat berbunyi, salah satu temanku yang membawa laptop langsung dikerubungi oleh teman laki-laki nya, ku hitung ada sekitar sepuluh orang lebih berkumpul bersama termasuk ada murid dari kelas lain. Pikirku “ngapain yah itu anak – anak pada ngumpul, wah jangan – jangan.....?” sontak terbayang hal – hal negatif dalam pikiranku. Namun terdengar bunyi “Lebih cepat dari hari di kalender. Aku pun menyingsingkan lengan baju” yang disambut oleh orang – orang yang menontonnya dengan teriakan “Shania! Choo Zetsu Kawaii! Melody!”.

Karena penasaran, akhirnya aku datangi mereka sembari bertanya “Pada nonton apa sih?”, lalu temanku yang membawa laptop itu menjawab “Oh, ini JKT48, video Ponytail To Shushu waktu di Mega Konser, keren deh nonton aja”, “terus itu pada ngapain tadi teriak – teriakin nama cewe” sautku, “itu tadi namanya nge-chant, biasa buat support member, abisnya kita ngeliat video aja geregetan sih, gimana kalo nonton theater yah? Hahahaha” Balasnya sambil tertawa yang di iringi sautan tertawa oleh teman – teman yang ikut menonton.

Dari penjelasannya tadi, ada yang masih mengganjal di hatiku, langsung saja kutanyakan “Eh iya, theater apa yah? JKT48 punya theater?”, “Iya, di lantai 4 Fx Senayan, hampir tiap hari mereka theater, ada Team J sama Trainee, yang Team J sekarang bawain setlist Renai Kinshi Jourei, yang Trainee sekarang bawain setlist Boku No Taiyou, nanti dirumah browsing aja deh kalo mau tau lebih banyak. Cuman gitu sih, caranya untuk dapet tiket nonton theaternya agak kompleks, ya maklum lah fans nya banyak hehehe” jawabnya yang sangat bersemangat karena ia tahu akan ada calon fans baru. “Oh gitu, yaudah oke deh, tertarik nih hehehe”. Balasku menyudahi perbincangan.

Waktu terasa cepat berjalan, tak sangka bel pulang sekolah sudah berbunyi dan aku segera pulang dengan cepat. Oh iya, aku sampai lupa memperkenalkan diriku. Namaku Danu, seorang siswa di salah satu SMA di Jakarta, sedangkan temanku yang membawa laptop tadi namanya Aldy, aku tidak terlalu akrab dengannya, namun karena JKT48 ini aku akan mulai mencoba akrab dengannya, begitu pun dengannya yang mungkin akan akrab denganku karena dia terkenal di sangat welcome di sekolah kepada orang – orang yang mulai tertarik dengan JKT48.

Karena sudah sampai rumah, langsung ku bersihkan badanku, ganti baju, serta makan siang sambil menyalakan komputer. Nah, disinilah awal penelusuran ku dengan JKT48, dari sini pula kutetapkan oshi-ku yaitu Shania! Karena semakin lama dilihat anak ini semakin manis, lucu sekali, setiap ku melihat gambarnya, selalu ada motivasi dari diriku untuk melakukan hal – hal yang lebih baik lagi. Yap, gadis yang sekarang berusia 15 tahun ini kutetapkan sebagai oshi-ku.

Sekali lagi waktu terasa begitu cepatnya, sudah 8 jam aku menelusuri tentang JKT48 di Internet. Pukul 22.00 ayah dan ibuku pulang dari kerjanya, langsung saja ku sambut “selamat malam!” sambil kucium tangan mereka, ketika ibu ingin menuju kamar mandi dan tak sengaja melihat monitor, ia pun berkata “kaya kenal itu, yang pake kuncir sama ada pemanis di dagu nya”. “Siapa mah? Perasaan kali hahaha”. “Iya kali ya perasan, hahaha. Oh iya, tadi mama di telepon saudara mu dari Jawa, katanya mbak Alice mau nikah tapi tanggal belum tau kapan, kita mesti siaga sih juga nih, mamah sama ayah juga udah siap ambil cuti sewaktu – waktu tanggalnya udah pasti” balas ibuku. “Iya mah, Danu ngikut aja” balasku mengakhiri pembicaraan.

Aku baru ingat bahwa terakhir kali aku pulang ke daerah asal orang tuaku serta tempat berkumpul keluarga besarku adalah 10 tahun lalu. “Masih inget ga yah sama wajah mereka – mereka, hehehe pasti udah pada gede – gede banget” diriku bicara sendiri di atas kasur yang kemudian terlelap.

Pagi telah datang, saatnya untuk sekolah. Diriku yang biasanya malas memberangkatkan kaki untuk menuntut ilmu namun hari ini sangat bersemangat karena kata – kata motivasi yang Shania berikan di setiap akun jejaring sosialnya, dan juga untuk melakukan banyak perbincangan kepada teman – teman fans JKT48 khususnya Aldy, diriku menahan diri hingga pulang sekolah supaya perbincangan menjadi lebih lama dan lebih efektif.

Bel pulang sekolah telah berbunyi, langsung kami semua para fans – fans JKT48 yang baru ini berkumpul, mereka memulai dengan pembicaraan video – video yang telah mereka lihat, tentang oshi mereka masing – masing, serta tak lupa video – video lucu yang oshi mereka buat dan diunggah di media internet. Aku pun menikmati saja apa yang teman – teman ku ini bicarakan, namun ada yang hal yang mungkin penting bagi diriku untuk dibicarakan “Eh kalian ada yang pernah ke theater? Kita ke theater bareng yuk!”, sontak wajah mereka langsung murung “Kita belum pernah ada yang ke theater” jawab Aldy, “Iya, lagian kalo mau nonton di theater agak ribet juga sih prosedurnya, ya kita maklumlah fans nya banyak banget Nu” tambah Rian, “Bener Nu, lagipula harga tiketnya juga bisa rata – rata seminggu jajan kita, kamu mau ga jajan?” Tanya Rikky. Diriku perlahan berpikir untuk memurungkan niat menonton theater. Namun, semangat untuk melihat Shania dari dekat tetap mendorongku untuk tetap menonton “Yaudah, kita berusaha keras aja, kan kita tau kalo usaha keras itu ga akan mengkhianati kan? Hehehehe”, “Bisa aja si Danu, kaya lirik Shonichi gitu yah? Hahaha” jawab Aldy, “Wah iya dong, yaudah siapa mau nonton theater? Kita bisa nabung sebelumnya, atau kita jual beberapa barang yang sudah tidak kita pakai lagi, gimana?”, “Wah, engga deh, kita udah mau deket Ujian nih, takut nanti ga ada uang kalau ada keperluan dadakan” timpal Rikky, yang lain pun setuju dengan Rikky dan mengatakan tidak bisa, namun Aldy berkata lain “Hmmm, aku sih ada tabungan, cukup lah buat tiket theater dan transport, soalnya kan kita harus mikirin transport juga, jangan sampe kita abis nonton theater kejebak ga bisa pulang, hehehehe”. “Wah bener, yaudah aku juga ada tabungan tapi ga tau cukup apa engga, kalau engga cukup nanti aku jual beberapa barang deh, nanti kita makannya dirumah yah” Balasku dengan semangat karena akhirnya ada juga teman yang bisa nonton theater bersamaku.

Setelah pulang dari sekolah, langsung kulihat tabunganku, ternyata masih kurang setengahnya jika termasuk transport, aku pun bingung dan ku tengok ke kanan dan ke kiri, barangkali ada barang yang sudah tidak terpakai yang bisa dijual. Setelah hampir frustasi, aku ingat bahwa di dalam laci adalah satu buah Handphone keluaran 5 tahun lalu, langsunglah kubawa Handphone itu ke gerai terdekat, penjaga gerai menawarnya dengan harga yang sangat turun dari harga awal. Namun, tanpa berpikir lebih lama lagi aku langsung menyetujui transaksi ini karena uang dari hasil penjualan Handphone tersebut sudah cukup untuk membeli tiket theater serta transport pulang pergi.

Oke, saatnya untuk melakukan pemesanan tiket theater. Aku sebenernya berharap banget aku dan temanku menang undian tiket, tapi aku sadar hal itu kecil kemungkinannya terjadi, karena aku saja belum tentu dapat tiket, begitu pun dengan teman ku. Maka dari itu, aku tidak terlalu berharap kegirangan karena takut kecewa. Yap, setelah melihat jadwal ternyata hari Sabtu ada theater dan bisa untuk dipesan, ditambah lagi Shania dan juga Ayana (Oshi-nya Aldy) perform pada hari itu, langsung saja ku sms Aldy “Dy, gimana duit cukup ga? Hari Sabtu bagus nih kayaknya”, “Iya duit cukup tenang aja, iya nih ada Ayana, ada Shanju juga lagi, udah tancap klik pesan hahaha” Aldy membalas sms ku dengan semangat.

Tiga hari berlalu, terhitung mulai dari hari Selasa semenjak kami berdua memesan tiket theater, kami selalu harap – harap cemas apakah kami menang atau tidak. Jumat pagi telah tiba, sebelum berangkat ke sekolah aku mengecek e-mail ku untuk melihat apakah aku menang atau tidak. Ketika aku membuka email, ada sebuah pesan bertuliskan “[Teater JKT48] E-mail Pengumuman Pemenang”. Langsung saja ku buka isinya yang bertuliskan “Selamat! Anda telah memenangkan tiket untuk pertunjukan teater JKT48”. Wah, betapa gembira nya diriku, langsung saja ku sms Aldy, berharap dia juga dapat tiketnya “Dy, gimana dapet ga? Aku dapet nih hehehe”, “Wah dapet juga dong, fix kita nonton bareng hahaha” balas Aldy dengan senangnya. Dari berangkat sekolah hingga pulang kami berdua selalu merasa bahagia, begitu pun ketika di sekolah, kami berdua selalu membicarakan tentang JKT48.





















Hari Jumat, kami pulang lebih cepat, Pukul 13.00 aku sudah sampai kerumah. Yang aku heran, ayah dan ibuku juga sudah sampai di rumah, mereka menyambutku dan ibuku mengatakan sesuatu “Danu, mamah besok telepon wali kelas kamu, ternyata saudara kita akad nikah besok dan perayaannya diadakan hari Minggu, kita sore ini sudah harus pulang ke Solo, Mamah sama Ayah juga udah ngambil cuti kok tadi di kantor, ayo Nu kita beres – beres pakaian”. Seketika harapanku langsung runtuh, pikiran ku yang tadinya akan bersenang – senang langsung menghilang, namun aku tak ingin di cap durhaka oleh orang tua “Yaudah mah, Danu beres – beres deh, sejam selesai langsung jalan” balas ku dengan kurang semangat.

Aku sms Aldy “Dy, mohon maaf banget nih, besok kayaknya ga bisa theater, mendadak ada kabar dari saudara kalau besok dia nikah, maaf banget yah Dy ga bisa nemenin”. “Oh yaudah, aku ngerti kok situasi, emang jadi serba salah mau gimana juga, besok aku theater-an sendiri sih kayaknya, yaudah hati – hati yah dijalan” Aldy membalas sms.

Jumat sore aku mulai berjalan menuju kampung halamanku. Disepanjang perjalanan aku hanya berdiam diri menatap keluar jendela mobil dan berpikir mengapa waktu nya bisa bersamaan seperti ini, disaat singgah ke warung makan untuk mengisi perut pun aku tidak nafsu melahap makanan, ibu ku sampai bertanya “Kamu kenapa sih Nu? Kok lemes gitu?”, “Iya nih mah, aku harusnya besok nonton theater JKT48, tapi waktu nya bentrok sama jadwal nikah yang mendadak ini, yaudah deh” balas ku dengan lesu, Ayah ku pun ikut berbicara “Hahahaha, nak inget utamain dulu keluarga, theater-an itu kan bisa lain hari, inget loh dekat dengan keluarga kamu berkah nak”, “Iya yah” jawabku menandakan menurut.

Saat di jalan jam menunjukkan pukul 23.00 . Perasaan bosan ku membuat ku tergerak untuk membuka twitter. Hanya bermaksud sekedar mengecek timeline, ada tweet dari Shania yang membuat ku cukup kaget “@ShaniaJKT48: Malem semua, mohon maaf karena suatu kepentingan aku ga bisa theater besok, maaf banget. Lain kali yah kita ketemu.”. Hmmm, ternyata pada hari dimana aku ingin menonton theater Shania berhalangan hadir, tiba – tiba sms dari Aldy masuk ke kotak pesan ku “Nu, Shanju ga bisa theater tuh kenapa yah kira – kira? Wah nge pas banget yah hehehe”, “Ga tau deh kenapa hehehe, tapi tetep aja sedih soalnya kapan lagi bisa menang tiket yah, bisa Shanju ga ada kan masih ada member lain yang kawaii, pokoknya masih agak nyesel” balasku.

Hari Sabtu tepatnya pukul 05:00 aku sampai di Solo, keadaanku yang masih mengantuk memaksaku untuk mengangkat tasku dari langsung masuk ke kamar yang telah disediakan untuk keluarga kecilku tidur. Ketika berjalan menuju kamar tersebut, kulihat sosok seorang gadis muda, yang sangat familiar dimata ku, namun karena rasa kantuk yang sangat kuat membuatku menghiraukan pandangan itu dan langsung tertidur pulas di kamar yang telah disediakan.

Ku bangun pada siang hari tepatnya pada pukul 13.00, suara – suara berisik dari luar tanda para saudara dan orang – orang terdekat sedang mempersiapkan akad nikah yang akan dilaksanakan malam harinya. Kubersihkan tubuhku dulu lalu kupakai baju dan aku keluar dari kamar. “Eh anak mamah udah bangun, ayo sini makan dulu, mumpung banyak makanan nih hehehe” sambut Ibuku dengan penuh senyum. Berhubung lapar langsung saja kuambil sepiring nasi yang didalamnya sudah banyak sekali lauk, aku duduk di salah satu dari banyak bangku yang telah dipersiapkan untuk akad nikah.

Ketika sedang asyiknya menyantap makanan, ada seorang ibu yang datang bersama seorang gadis muda menghampiriku dan ibuku. Ibu itu lalu bicara “Ibu Dian, ini si Danu yah? Udah gede yah kenalin ke anakku nih bu, dia mau naik ke SMA”. “Wah anak Ibu udah gede juga, Danu ini nih kenalin anaknya Ibu Junia” balas Ibuku yang juga memanggilku. Ku buka tanganku untuk berjabat sambil berkata “Halo, Danu”, “Halo, Shania” balasnya, “Oh iya iya”. 2 detik kemudian aku baru sadar bahwa itu benar – benar Shania, karena kaget tak sadar aku menelan makanan tanpa mengunyah nya “Ibu! Ini beneran Shania bu! Saudara kita darimana bu?” seraya kencang tanyaku kepada Ibuku dan Ibu nya Shania, “Iya nak, ini tuh Shania Sepupu kamu tapi sepupu jauh sih, Adiknya Ayah Om Ferry punya Istri dan Istri nya itu punya kakak yaitu Ibu nya Shania nak” balas Ibuku dengan senyum, “Iya Danu, makanya Mamah mu sama Ibu pulang ke Jawa supaya kita bisa saling kontak, kita soalnya lupa rumah kamu dimana” timpal Ibu nya Shania yang senyum nya manis seperti anaknya. Perasaan senang, kaget, campur aduk di hati dan pikiranku. Aku sambil terus memandangi ia dan berkata dalam hati “Makasih Ayah, ternyata perkataan Ayah memang benar, dekat dengan saudara itu membawa berkah”.

Tak kusangka oshi yang selama ini aku kagumi ternyata berdiri dihadapanku sebagai seorang saudara. Mulai saat ini dukungan penuh ku akan terus mengalir kepadanya :)

0 komentar:

Posting Komentar